
Kata “Merantau” mungkin sudah tidak asing lagi bagi para perantau sejati seperti saya, karena memang hampir setiap tahun nya saya harus lebaran di tanah rantuan, bukan karena tidak rindu tapi demi semua mimpi.
Momen lebaran lah, momen-momen tersulit yang harus terlewati ketika jauh dari orang tua, saudara dan keluar besar di kampung, rasa rindu ini seakan tidak bisa di ajak kompromi.
Berbicara rindu mungkin tidak akan perna ada habisnya karena rindu itu berat, biar saya saja hehehe, jadi ingat kata-katanya Dilan.
Baca juga : Sahabat Apa Teman?
Dari merantau lah mengajarkan saya banyak hal yang tidak saya dapat kan sebelum saya merantau, karena banyak hal-hal baru yang saya temui, teman-teman baru, sahabat-sahabat baru dengan berbagai macam keunikannya.
Dari awal merantau sampai sekarang terasa sudah terbiasa jauh dari orang tua dan keluarga, walau terkadang harus menahan rindu ingin bertemu dan berkumpul bersama orang-orang tercinta.
Orang lain mungkin mengangap kehidupan anak rantauan itu enak dan menyenangkan punya banyak uang, bisa beli apa saja, makan enak dan lain-lainnya, pada hal ada nggak enaknya juga.
Tapi teman-teman yang tidak merantau lah yang harus banyak bersyukur karena punya banyak waktu buat orang tua dan keluarga, kepengen makan tinggal makan masakan ibu.
Sedangkan anak rantau seperti saya harus masak sendiri dulu baru bisa makan, dan apa-apa harus ngadalin diri sendiri, sama seperti lagu yang populer beberapa tahun yang lalu, masak, masak sendiri, makan, makan sendiri, cuci baju pun sendiri, hehehe.
Kalau pas kangen sama orang tua atau keluarga hanya bisa telepon atau video call saja, setidaknya bisa sedikit terobati rasa kangen yang sedang melanda.
Sampai disini dulu ya, tunggu cerita berikut ya.
Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan sopan, anda sopan kami segan