Langsung ke konten utama

MISKIN IMAJINASI


Menghidupkan organisasi daerah di tanah rantau, apalagi berbasis mahasiswa, itu tidak mudah. Di samping sibuk dengan urusan domestik masing-masing, juga dihadapkan pada beberapa keterbatasan sumberdaya baik dana maupun manusia.

Tidak semua mahasiswa di rantau tertarik, apalagi punya panggilan jiwa, untuk aktif di paguyuban semacam itu. Situasi tambah rumit jika tidak terdapat tokoh yang dapat berfungsi sebagai unsur perekatnya. Maka jadilah para perantau itu bagai ayam kehilangan induk. Bagi yang memilih bersolo karir di organisasi ekstra kampus, barangkali agak tertolong. Tetapi bagi yang tidak berkecimpung dalam organisasi sama sekali jalan ceritanya akan berbeda. 


Bergabung dengan organisasi tentu tidak identik dengan selalu turun ke jalan, tetapi membekali mereka dengan berbagai ketrampilan sebagai bekal kelak. Salah satunya adalah skill berkomunikasi dan bekerja secara tim.

Lemahnya daya dukung mahasiswa ini terlihat dari kemampuan dan kreativitas mereka menggelar kegiatan saat mereka pulkam. Dengan tetap mengapresiasi, harus dikatakan bahwa pilihan-pilihan kegiatan mereka masih normatif seperti aneka kegiatan keagamaan (lomba azan, ceramah, menghafal ayat-ayat pendek dll), atau kegiatan olahraga (sepak bola, voli). 

Begitu pula, pola-pola penggalangan dana masih mengandalkan sponsorship terutama dari pemerintah daerah/desa, padahal sumber pendanaan ini cenderung birokratis bahkan sulit diakses.

Masih jarang mereka memaksimalkan sumber pendanaan dari masyarakat tetapi dilakukan secara kreatif dan asyik. Misalnya dengan mengadakan pagelaran seni (drama atau musik) yang berbayar. Penggalangan dana melalui cara ini sebenarnya cukup prospektif mengingat masyarakat Dompu yang tergolong haus hiburan. 

Jika dikelola secara apik maka kekuatan keswadayaan masyarakat ini dapat mengatasi kesulitan dana yang dihadapi organisasi mahasiswa tersebut. Sayangnya beberapa organisasi itu fokus pada penalaran dan mengabaikan aspek seni budaya.

Penulis : Ilyas Yasin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Negara Muslim di Eropa (European Moslem Countries)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Hai guys Gimana kabarnya semoga semuanya baik-baik saja ya, Aamiin. Baik untuk kesempatan kali ini saya akan membahas Negara-negara mayoritas Islam di Benua Eropa, kalau ditanya apa sih agama mayoritas penduduk Eropa? tentu sebagian besar dari kita akan menjawab beragama Nasrani atau Kristen, ya Secara Vatikan yang menjadi pusat agama Katolik di dunia terletak di Benua ini. Sedangkan yang pernah berkunjung kesana mungkin akan menjawab mayoritas penduduk Eropa sekarang banyak yang menjadi atheis, banyak yang bergaya hidup bebas karena sistem sekuler yang telah diterapkan di sana bertahun-tahun. Berikut adalah negara-negara mayoritas Muslim di benua Eropa : 1. Turki Turki meliputi dua benua sebagian meliputi benua Eropa dan sebagian lagi meliputi benua Asia, Negara ini adalah pewaris kekhalifahan Islam Turki Utsmani yang berkuasa selama berabad-abad di sebagian wilayah Eropa dan Timur Tengah, di Indonesia nama Turki semakin terkenal karena semak...

Kisah Mualaf Putra Sulung BOS FERRARI dan Juventus Edoardo Agnelli

Sebuah fakta baru terungkap dari lingkaran keluarga konglomerat Italia Gianni Agnelli, seperti diketahui adalah pemilik dua brand olahraga dunia yaitu klub sepakbola Juventus dan tim Formula One Ferrari. Selain itu ia juga memiliki brand otomotif merk Fiat, terlepas dari cerita mega itu putra sulungnya Edoardo Agnelli memiliki cerita yang memilukan. Edoardo yang pernah menjadi petinggi Juventus itu memilih keluar dari lingkaran kehidupan keluarganya dengan menjadi mualaf, tak banyak orang tahu siapa Edoardo, Edoardo sebenarnya sudah terbiasa dengan beberapa hal semisal bisnis sepakbola dan otomotif, Edoardo tak seperti sang ayah yang dikenal sebagai pebisnis ulung dan ahli bernegosiasi. Edoardo lebih senang menghabiskan waktunya dengan membaca buku-buku filsafat hingga tertarik dengan hal mistis yang pada akhirnya membawa Edoardo memilih untuk menjalani pendidikannya di Princeton University New Jersey Amerika Serikat, disini Edoardo memperdalam ketertarikannya tentang sastra filsafat d...

NEGARA Atheis Pertama Yang Kini NEGARA ISLAM

NEGARA Atheis Pertama Yang Kini NEGARA ISLAM yaitu Albania. Begitulah dunia menyebut negara Eropa yang satu ini, maka tak mengherankan jika bendera Nasional Albania bergambar elang hitam berkepala dua, dengan latar belakang merah. Hal ini disebabkan karena bendera ini pernah digunakan oleh Skanderborg saat memimpin pemberontakan melawan Ottoman pada abad ke-15 untuk menghormati jasanya. Maka bendera elang tersebut dijadikan bendera Nasional bahkan masyarakat Albaniah menyebut diri mereka sebagai anak-anak elang. Para akademisi percaya kalau penduduk Albania berasal dari keturunan non Slavia yang merupakan kelompok suku kuno Turki, sehingga orang Albania menganggap diri mereka sebagai keturunan illyria kuno, melansir britannica.com Suku illyria tinggal di Eropa Tengah dan bermigrasi ke selatan wilayah Albania pada awal jaman perunggu sekitar 2.000 sebelum masehi. Mereka telah hidup dalam isolasi dan ketidak jelasan, mulai sejarah panjang yang sulit hal ini terjadi bukan hanya karena...