Langsung ke konten utama

ILMIAH, ALAMIAH DAN ILAHIAH



Secara sederhana ilmu itu, konon, terbagi 3: ilmu ilmiah, alamiah dan ilahiah.

Penjelasannya kira-kira begini. Ilmu ilmiah adalah ilmu atau pengetahuan yang diperoleh seseorang melalui proses belajar secara formal. Ilmu kedokteran, teknik dan sejenisnya diperoleh melalui pendidikan yang ketat, durasi belajar tertentu serta dengan standar kurikulum yang baku.

Cukup berisiko, bahkan mustahil seorang dokter mampu dan berani melakukan satu tindakan operasi misalnya, jika tidak melalui proses pendidikan semacam ini.

Ilmu alamiah adalah pengetahuan yang didapatkan bukan melalui bangku sekolah melainkan karena pengalaman secara turun-temurun, atau melihat orang terdahulu melakukannya secara terus-menerus.

Misalnya, waktu masih kecil kami sering melihat bahkan mengalaminya bahwa jika ada luka gores kena pisau atau lecet karena terjatuh, orangtua segera mencarikan sarang laba-laba berwarna putih untuk ditempelkan di bagian luka. Dugaan saya, sarang ini berasal dari air liur laba-laba---mirip seperti sutra yang berasal dari air liur ulat.

Ada juga contoh lain, saat tersengat tawon rumah, orangtua kami segera mengambilkan tanah yang berada di bawah bagian batu untuk mengurangi reaksi sengatan. Biasanya batu-batu yang berada di bawah kolong rumah. Begitu ditempelkan maka bengkaknya secara perlahan akan mengecil dan rasa sakit berangsur pulih.

Saat masih bocah, di ujung timur desa kami terdapat sebuah sungai dan dam kecil tempat kami mandi beramai-ramai. Di sisi kanan terdapat tebing cadas setinggi 10 meter. Kami sering naik ke atasnya lalu menghempaskan tubuh ke bawah. Melayang di udara beberapa saat, lalu terhempas ke dalam air dan menghasilkan gelombang-gelombang di pinggir dam adalah sensasi tak terperikan.

Tetapi tak jarang kami juga mengalami luka ringan di bagian kaki atau kepala selama ‘ritual’ ini, baik terjatuh saat mendaki tebung atau kepala bocor karena berbenturan saat mandi. Nah saat pulang kami mengobatinya dengan daun ‘golkar’ dalam bahasa lokal (bayangkan begitu digdayanya hegemoni rezim Orba dengan Golkar sebagai kendaraan politiknya, hingga nama pohon pun dinamai ‘golkar’!).

Pohon ini batangnya kecil saja, pun daunnya tak terlalu lebar. Ia banyak tumbuh di pinggir sungai, areal kuburan umum di pinggir kampung, di ladang dan di hutan liar. Untuk mengobati luka atau kepala bocor, kami mengambil pucuk atau dedaunan yang masih muda, ditumbuk dengan batu kecil lalu ditempelkan di wilayah luka (dua tahun lalu bos jamu dan teh kelor Bang Nasrin bilang ke saya tertarik mengolah daun ini sebagai obat luka).

Sedangkan ilmu ilahiah adalah yang diyakini bersumber Tuhan. Misalnya, penderita penyakit tertentu yang sembuh usai (minum air yang) dibacakan doa-doa tertentu. Bagaimana ilmu alamiah, apalagi ilmu ilahiah, bekerja masih memerlukan uji ilmiah, atau mungkin tak perlu diuji sama sekali. Anggaplah itu kearifan lokal yang diterima secara luas dan tidak memerlukan konfirmasi ilmiah. 
****
Gara-gara gangguan persendian, saya melewati malam pergantian tahun kemarin secara anti-mainstream alias tersiksa hehehe. Saat yang lain bersuka cita saya malah bergelung di tempat tidur dengan counterpain, krim salah urat.

Beberapa kali saya mengoleskan krim ini di bagian leher dan punggung.

Dua hari kepala saya agak sulit digerakkan. Menoleh saja terasa kaku dan sakit. Untuk mengobati gangguan sendi saat tidur seperti yang saya alami ini, beberapa tetangga menyarankan agar memukulnya dengan bantal.

Malah disarankan, sedapat mungkin tidak diketahui oleh penderita. Prinsipnya, orang lain yang harus mengambil inisiatif melakukan pemukulan secara tiba-tiba. Jika penderitanya kaget akibat aksi tersebut malah dijamin tokcer katanya hehehe. Tapi saya mengabaikan saran tersebut.

Tadi pagi saya justeru mendatangi rumah ‘sando’ alias dukun langganan yang punya keahlian memperbaiki tulang atau urat yang sakit. Saya membawa perlengkapan yang diperlukan: daun sirih, buah pinang, kapur dan sedikit minyak kelapa.

Benda terakhir ini dipakai untuk pijat dan urut. Tetapi sebelumnya biasanya disembur terlebih dahulu dengan tiga bahan di atas. Setelah disembur ‘sando’ akan membacakan mantra lalu diurut. Setidaknya sudah tiga kali saya berobat kepadanya dan alhamdulillah sembuh. Nah, tadi pagi saya hendak meminta pertolongannya lagi, tapi sayang ia sudah ke sawah.

Meski sempat ragu, di rumah akhirnya saya minta tolong kepada si bungsu untuk memukul punggung saya dengan bantal. Saya duduk di kasur dan si bocah menghantamnya beberapa kali. Saya minta agar memukul lebih keras lagi. Setelah selesai saya tidak merasakan perubahan apa-apa. Saya segera bangkit dan melakukan aktivitas lain.

Ajaibnya siang tadi saya merasakan kepala dan leher saya berkurang kakunya. Saya bahkan bisa menggoyangkannya beberapa kali hingga terdengar bunyi krek…krek…krek. Yes! Saya kegirangan.

Saya tidak tahu apakah kesembuhan saya karena faktor sugesti atau apa. Persis sama dengan ketidaktahuan saya apakah kesembuhan tersebut karena pengobatan ilmiah, alamiah ataukah ilahiakah? Wkwkwk.

Penulis : Ilyas Yasin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri Dasar Laut yang Bikin Merinding

Kita semua tahu sekitar 70% permukaan bumi ditutupi oleh air, tapi tidak semua orang tahu seberapa dalam dan misteri apa saja menyelimuti perairan di muka bumi ini, tidak ada petunjuk apapun soal apa yang tenggelam dan terpendam di dalamnya kita seringkali dibuat tercengang oleh misteri dalam air yang seolah tak ada habisnya. Seperti struktur-struktur aneh atau benda-benda yang terkadang diluar nalar, bahkan benda-benda misterius itu hingga kini masih sulit dijelaskan oleh ilmu pengetahuan, beberapa penemuan aneh yang seharusnya tidak ada di dalam air dan pastinya bikin kita merinding. Mesti banyak makhluk misterius di lautan yang belum teridentifikasi oleh para ilmuwan, tiga orang penyelam menjelajahi kapal bekas perang dunia ke-2 yang tenggelam di Australia, alih-alih menemukan kapal, para penyelam itu justru menemukan hal aneh yang tak pernah dilihat manusia di kegelapan lautan. Mereka menemukan sebuah gumpalan transparan misterius mirip seperti telur raksasa, setelah dicari tahu ke...

4 Anak Band yang Hijrah dan Jadi Pendakwah

Hai guys gimana kabarnya semua, semoga tetap sehat walafiat semua, Aamiin, kali ini saya akan merangkum kisah anak band yang memutuskan untuk berhijrah dan meninggalkan masa lalu yang kelam, riang penuh dengan pernak-pernik keindahan duniawi, langkah terpuji tersebut tidak hanya membuatnya menjadi seorang hamba yang lebih baik, tetapi juga mengantarkan mereka terus memperdalam ilmu agama, hal itu juga ternyata membuat mereka tergugah hatinya menjadi seorang pendakwah, yang pertama : 1. Teguh Permana, band yang dahulu sangat familiar dengan lagu-lagunya yang menarik dan menggugah hati setiap pendengarnya, tiba-tiba menghilang bagaikan ditelan bumi, tidak munculnya kembali sang vokalis Vagetoz ini rupanya bukan tiada alasan, ternyata karena sang vokalis menemukan jalan terang mengantarkan penyanyi yang dikenal lewat lagunya yang berjudul saat kau pergi dan kehadiranmu ini menuju jalan hijrah. Hidayat telah merubah pria asal Sukabumi Jawa Barat ini menjadi sosok yang lebih baik dan san...

Kisah Mualaf Putra Sulung BOS FERRARI dan Juventus Edoardo Agnelli

Sebuah fakta baru terungkap dari lingkaran keluarga konglomerat Italia Gianni Agnelli, seperti diketahui adalah pemilik dua brand olahraga dunia yaitu klub sepakbola Juventus dan tim Formula One Ferrari. Selain itu ia juga memiliki brand otomotif merk Fiat, terlepas dari cerita mega itu putra sulungnya Edoardo Agnelli memiliki cerita yang memilukan. Edoardo yang pernah menjadi petinggi Juventus itu memilih keluar dari lingkaran kehidupan keluarganya dengan menjadi mualaf, tak banyak orang tahu siapa Edoardo, Edoardo sebenarnya sudah terbiasa dengan beberapa hal semisal bisnis sepakbola dan otomotif, Edoardo tak seperti sang ayah yang dikenal sebagai pebisnis ulung dan ahli bernegosiasi. Edoardo lebih senang menghabiskan waktunya dengan membaca buku-buku filsafat hingga tertarik dengan hal mistis yang pada akhirnya membawa Edoardo memilih untuk menjalani pendidikannya di Princeton University New Jersey Amerika Serikat, disini Edoardo memperdalam ketertarikannya tentang sastra filsafat d...