
Istiqomah merupakan derajat yang tinggi, keinginan yang kuat dalam tauhid dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT semata hingga mati. Istiqomah dalam beribadah adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan manusia yang dalam keimanan dan ketaqwaannya sering mengalami pasang surut dan akibat banyaknya godaan yang muncul dalam kehidupan kita.
Sebelum beristiqomah kita sudah memiliki niat. Niat adalah maksud atau keinginan kuat di dalam hati untuk melakukan sesuatu, keinginan melakukan ketaatan kepada Allah dengan melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangannya.
Niat termasuk perbuatan hati maka tepatnya adalah di dalam hati, bahkan semua perbuatan yang hendak dilakukan oleh manusia, niatnya secara otomatis tertanam dan diyakini di dalam hati, dan dilakukan dengan amal perbuatan.
Dengan definisi niat yang seperti ini diharapkan orang islam atau muslim itu tidak hanya bicara saja karena dengan berniat berarti bersatu padunya antara hati, ucapan dan perbuatan. Niat baiknya seorang muslim itu tentu saja akan keluar dari hati yang khusyu dan tawadhu, ucapan yang baik dan santun, serta tindakan yang dipikirkan matang-matang dan tidak tergesa-gesa serta cermat. Karena dikatakan dalam suatu hadits Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam apabila yang diucapkan lain dengan yang diperbuat itu termasuk ciri-ciri orang yang munafik.
Muslim yang beristiqomah adalah muslim yang selalu mempertahankan keimanan dan aqidahnya dalam situasi dan kondisi apapun. Ia senantiasa sabar dalam memegang teguh tali keimanan. Dari hari ke hari aku semakin mempesona dengan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan islam. Agar senantiasa dapat beribadah secara istiqomah maka hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas ibadah sedikit demi sedikit.
Kalua kita ingin beristiqomah maka banyaklah bergaul dengan orang yang sholeh karena mereka dapat menjadi kawan saat beribadah dan senantiasa menjagamu dalam kebaikan.
Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk kamu dan harta kamu, tetapi dia melihat hati kamu dan amal kamu. (HR. Muslim, no. 2564).
Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan sopan, anda sopan kami segan