Aku pernah merasakan kecewa, sedih dan marah.
Kecewa saat semua tak sesuai dengan kehendak dan perjanjian. Sedih, menangis dan marah pada diriku sendiri. Sungguh aku terlalu bodoh tapi apalah daya semuanya sudah terlanjur.
Padahal semuanya sudah dibicarakan, sudah disepakatin bersama tapi kenapa disaat datang utusan dari pihak laki-laki ngomongnya berbeda. Aku bingung ko beda ya? Padahal kan sudah sepakat? Mengapa bisa begitu? Tau apa yang aku rasakan? Tentunya sebagai manusia yang lemah, aku sangat kecewa, sedih dan marah.

Mengapa aku terlalu bodoh? Mengapa takdir tak sesuai dengan keinginanku? Mengapa dan mengapa?
Aku tak mampu berbuat apa-apa. Hanya menangis, merintih pada sang maha kuasa. Bersimpun padanya. Meminta padanya, memohon padanya. Berharap doa panjangku didengarnya. Ya, setidaknya hatiku merasakan ketenangan.
Seakan ia memelukku dengan erat. Merangkulku dengan kasih sayang. Benar sekali Allah memberikan sedikit rasa kecewa dan sedih padaku, agar aku kembali padanya. Meminta padanya dan Allah pun mengabulkan doa panjangku, ternyata Allah punya rencana yang lebih indah. Ia mengirimkan Suami yang sangat baik, perhatian dan sangat sanyang kepadaku. Membuat hari-hariku sangat indah. Sesungguhnya rasa ini tak dapat diucapkan dengan kata-kata.
Sekejap Allah merubah rasa kecewa, sedih dan marah. Menjadi rasa haru. Rasa yang tak dapat aku ucapkan dengan kata-kata. Mengembalikan senyumku kembali. Terima kasih ya Allah. Terima kasih telah menjadikan hari-hariku indah. Karena hari yang special bagiku ialah kembali kepadamu. Sungguh skenario Allah adalah yang terbaik.
Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan sopan, anda sopan kami segan