Langsung ke konten utama

PERIHAL HIDUP

Terkadang banyak sekali hal yang terlalu sering kita sesalkan daripada mensyukuri semua hal yang Allah telah berikan. Tanpa sadar kita lebih banyak bertanya-tanya tentang banyak hal. Berusaha memaksa sesuatu yang tak seharusnya kita paksa.
Contoh kecil kemarin sebelum saya sampai ketempat perantauan saya meresa kesal, ditengah perjalan kita tidak diizinkan untuk penerbangan, karena kita tidak memenuhi persyaratan penebangan sampai akhirnya kita memutuskan untuk mencoba mengikuti peraturan pemerintah dan hasilnya gagal. Dan keesokan harinya kita mencoba melakukan pemeriksaan untuk kedua kalinya, berharap hasilnya baik agar kami bisa melenjutkan perjalanan itu. Tetapi apalah daya hasilnya tetap saja sama (gagal).

Padahalkan pada saat itu saya tidak merasa sakit atau nggak enak badan tapi kenapa hasilnya bisa begitu? Disitulah saya kesal. Mengapa begini? Mengapa begitu? Mengapa seperti ini? Bukan seperti itu.?

Disaat kita marah, kita nggak akan bisa berpikir dengan jernih. Padahal, hidup ini adalah menerima. Entah itu sesuatu yang akan datang maupun yang telah hilang. Tak mengapa bila alur perjalanan hidupmu tidak berjalan seperti harapanmu. Jangan menunggu sesuatu itu ada baru kalian bersyukur, tetapi syukurilah apa yang telah ada maka Allah limpahkan nikmatnya kepadamu.

Tugas kita hanyalah ridho atas apa-apa yang telah Allah tetapkan. Menerima dengan ikhlas dan senantiasa percaya bahwa Allah selalu memberi yang terbaik bagi hambanya.

Komentar