Hubungan persaudaraan hakikinya adalah manakala kalian sudah sama2 berumah tangga. Apakah hubungan persaudaraan itu akan tetap sama ketika masa kanak-kanak dulu?. Ketika engkau sebagai adik diganggu oleh anak2 lain kemudian engkau memanggil kakakmu?. Ketika masa remaja, kakakmu melarangmu untuk bergaul dengan remaja lain karena dianggapnya itu tidak memberi manfaat baik kedirimu?.
Saudaramu datang membelamu, Saudaramu datang menyelamatkanmu dengan cara yg mungkin kamupun saat itu tidak nyaman, itu dilakukannya karena kamu adalah adiknya, atau ketika kamu membela adikmu yg memang bersalah, demi sebuah kata karena dia adalah adikku.
Ketika ibu menghidangkan makanan sederhana tapi dengan citarasa luar biasa buat anak-anaknya, semua anaknya mendapatkan porsi makanan yang sama, atau ketika ayah dan ibu pergi ke suatu acara, kemudian pulang membawa buah tangan yang kemudian kamu, kakak dan adikmu saling berebutan tapi akhirnya tokhhhh buah tangan tersebut dinikmati bareng di satu wadah sambil tertawa bersama.
Betapa saat-saat itu menjadi hal yg sangat dirindukan saat ini, apakah moment itu masih ada ketika saudara anda sudah berumah tangga?, mungkin ya atau mungkin tidak, ketika sudah menjalani kehidupan masing-masing, mungkin salah satu saudara anda rezekinya berlimpah, pangkat dan jabatannya bagus, sementara kamu dan saudaramu yang lainnya dengan kehidupannya biasa saja, atau ketika saudaramu yang lainnya sudah lebih memikirkan kehidupan akhiratnya dengan berhijrah sementara kamu dan saudaramu yang lainnya masih mencari jati diri dan belum dibukakan hidayah.
Mereka tetaplah saudaramu, kalian tetaplah saudara, dilahirkan dari ibu dan bapak yang sama, darah yang mengalir ditubuh kakak dan adikmu adalah darah yang sama denganmu, sudah selayaknyalah saudara itu saling mengingatkan, saling membantu, saling merentangkan tangan untuk berpelukan tatkala kesedihan melanda karena sejatinya dilubuk hati terdalam meski seperti apapun saudaramu mereka akan tetap mengalirkan doa untukmu yang mungkin tak bisa terucap, karena ada rasa malu mengungkapkan rasa sayang sebagai kakak maupun adik.
Yakinlah ketika hidupmu mapan, saudaramu tidak akan serta merta datang meminta bagian tapi dia pastinya dengan bangga hati mengatakan “Dia itu saudaraku”, mungkin yg menjadi ujian adalah manakala saudaramu terpuruk, akankah engkau datang mengulurkan tangan dan memeluknya dan membisikkan bahwa “kamu ada untuknya, bagaimanpun kondisinya”.
Saudara bukanlah perkara harta benda, bukan pula masalah derajat pangkat dan jabatan, ini adalah masalah “hati”, belum tentu kehidupanmu terus menerus baik, begitupula dengan saudaramu, belumlah tentu saudaramu selamanya berada pada keterpurukan, karena semua adalah rahasia Rabbmu🙏🏻.
Peliharalah persaudaraanmu, sayangilah saudaramu, saling jagalah bersaudara selagi masih ada, dan dalam keadaan bagaimanapun, karena yakinlah kelak mereka jua yang akan menjagamu meski itu hanya lewat doa.

Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan sopan, anda sopan kami segan