Saya sebenarnya malas nulis topik ini karena pasti tak disukai kaum Hawa. Tetapi saya gelisah dengan tanda-tanda alam yang terjadi. Sebutlah ini ‘ayat-ayat kauniyah’ poligami. Ceritanya, pulang melakukan pendampingan kemarin saya singgah di rumah teman yang aktivis Islam. Karena dia lebih senior saya kadang meminta nasihat kepadanya, atau sekadar silaturrahim biasa. Saya sangat menghormatinya karena kealiman dan akhlaknya. Saat kami ngobrol sembari menikmati kopi yang disuguhkan isterinya, datanglah tamu pasutri. Meski saya sering bertandang, tapi baru kali ini saya melihat tamunya yang satu ini. Dari perkenalan dan dengar ceritanya ternyata mereka masih muda. Baca juga : Pendaki Cinta Meski berjilbab besar dan memakai gamis lebar, tapi aura kecantikan isterinya terlihat jelas. Kulitnya putih bersih, sementara sang suami berkulit agak gelap. Usai basa-basi, isterinya segera bergabung ke dalam rumah dengan isteri tuan sohibul bait, ...