Langsung ke konten utama

PECINTA ILMU SEPANJANG HAYAT

Sebagai anak sekolahan saya kadang malu dengan kebiasaan ayah mertua ini. Di gubuknya yang sederhana di sawah, di sela-sela mengurus tanaman dan ternaknya, minat bacanya seolah tak lekang oleh usianya yang kian senja. Hebatnya lagi, penglihatannya masih sempurna meski sebagian besar giginya sudah tanggal. 


Rasa ingin tahunya menakjubkan. Apa saja dibacanya: koran, majalah dan buku. Waktu istirahatnya dihabiskan untuk membaca, siang atau malam hari hingga ibu mertua kadang kesal. Tak heran jika di gubuknya tersedia banyak bahan bacaan. Layaknya orang sekolahan. 

Demi memuaskan dahaga pengetahuannya ia tak segan-segan memesan atau membeli buku dalam jumlah fantastis. Beberapa tahun lalu, lewat kerabat di Jakarta, ayah mertua minta dibelikan beberapa buku.

Baca juga : Ayat Kauniyah Poligami

Maka sejumlah buku tebal pun tergeletak di gubuknya: mulai Tafsir An-Nur, Tafsir Al-Bayan karya Tengku Hasby Assidique hingga Tasawuf Modern-nya Buya Hamka.

Oh ya, beliau adalah pengagum berat Buya Hamka. Saat berangkat haji pada 1971 kebetulan satu kapal dengan ulama-pujangga itu. Ia sangat bergairah jika diajak berbincang tentang sang idola.

Kendati tidak tamat SR tapi pengetahuannya luas: dari soal Fikih hingga tasawuf plus kemampuan bahasa Arab dan Inggris secara aktif. Wawasan politiknya juga jernih. Sebagai tokoh NU ia bahkan menjadi pengurus PPP era 1980-an, sebuah pilihan politik penuh risiko di tengah pnncak kedigdayaan rezim Soeharto.

Ketika dua hari kemarin faktor kesehatan ‘memaksanya’ harus istirahat di rumah, ia juga mengisi kekosongan waktunya dengan aktivitas membaca. Di tengah lemahnya budaya literasi anak bangsa, saya kadang tercenung betapa beruntungnya generasi terdahulu yang tidak sempat terpapar oleh gawai dan ponsel android sebagaimana generasi milenial.

Kegemaran membacanya mengingatkan saya akan ungkapan Gus Dur tentang seorang tokoh NU lainnya dulu. Sosoknya “menjadi simbol pecinta ilmu sepanjang hayat”.

Dahaga intelektualnya seolah direpresentasikan oleh judul buku yang sedang dalam genggamannya “My Every Little Step”. Sebuah novel biografis tentang Bupati Sumbawa Barat KH Zulkifli Muhadli karya Lintang Sugianto.

Penulis : Ilyas Yasin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri Dasar Laut yang Bikin Merinding

Kita semua tahu sekitar 70% permukaan bumi ditutupi oleh air, tapi tidak semua orang tahu seberapa dalam dan misteri apa saja menyelimuti perairan di muka bumi ini, tidak ada petunjuk apapun soal apa yang tenggelam dan terpendam di dalamnya kita seringkali dibuat tercengang oleh misteri dalam air yang seolah tak ada habisnya. Seperti struktur-struktur aneh atau benda-benda yang terkadang diluar nalar, bahkan benda-benda misterius itu hingga kini masih sulit dijelaskan oleh ilmu pengetahuan, beberapa penemuan aneh yang seharusnya tidak ada di dalam air dan pastinya bikin kita merinding. Mesti banyak makhluk misterius di lautan yang belum teridentifikasi oleh para ilmuwan, tiga orang penyelam menjelajahi kapal bekas perang dunia ke-2 yang tenggelam di Australia, alih-alih menemukan kapal, para penyelam itu justru menemukan hal aneh yang tak pernah dilihat manusia di kegelapan lautan. Mereka menemukan sebuah gumpalan transparan misterius mirip seperti telur raksasa, setelah dicari tahu ke...

4 Anak Band yang Hijrah dan Jadi Pendakwah

Hai guys gimana kabarnya semua, semoga tetap sehat walafiat semua, Aamiin, kali ini saya akan merangkum kisah anak band yang memutuskan untuk berhijrah dan meninggalkan masa lalu yang kelam, riang penuh dengan pernak-pernik keindahan duniawi, langkah terpuji tersebut tidak hanya membuatnya menjadi seorang hamba yang lebih baik, tetapi juga mengantarkan mereka terus memperdalam ilmu agama, hal itu juga ternyata membuat mereka tergugah hatinya menjadi seorang pendakwah, yang pertama : 1. Teguh Permana, band yang dahulu sangat familiar dengan lagu-lagunya yang menarik dan menggugah hati setiap pendengarnya, tiba-tiba menghilang bagaikan ditelan bumi, tidak munculnya kembali sang vokalis Vagetoz ini rupanya bukan tiada alasan, ternyata karena sang vokalis menemukan jalan terang mengantarkan penyanyi yang dikenal lewat lagunya yang berjudul saat kau pergi dan kehadiranmu ini menuju jalan hijrah. Hidayat telah merubah pria asal Sukabumi Jawa Barat ini menjadi sosok yang lebih baik dan san...

Kisah Mualaf Putra Sulung BOS FERRARI dan Juventus Edoardo Agnelli

Sebuah fakta baru terungkap dari lingkaran keluarga konglomerat Italia Gianni Agnelli, seperti diketahui adalah pemilik dua brand olahraga dunia yaitu klub sepakbola Juventus dan tim Formula One Ferrari. Selain itu ia juga memiliki brand otomotif merk Fiat, terlepas dari cerita mega itu putra sulungnya Edoardo Agnelli memiliki cerita yang memilukan. Edoardo yang pernah menjadi petinggi Juventus itu memilih keluar dari lingkaran kehidupan keluarganya dengan menjadi mualaf, tak banyak orang tahu siapa Edoardo, Edoardo sebenarnya sudah terbiasa dengan beberapa hal semisal bisnis sepakbola dan otomotif, Edoardo tak seperti sang ayah yang dikenal sebagai pebisnis ulung dan ahli bernegosiasi. Edoardo lebih senang menghabiskan waktunya dengan membaca buku-buku filsafat hingga tertarik dengan hal mistis yang pada akhirnya membawa Edoardo memilih untuk menjalani pendidikannya di Princeton University New Jersey Amerika Serikat, disini Edoardo memperdalam ketertarikannya tentang sastra filsafat d...