Langsung ke konten utama

SUAMIKU IMAMKU


Aku dan kau adalah dua orang saling jatuh cinta. Sepakat menjalani hubungan cinta, kita berdua yakin bahwa hubungan ini kelak akan berujung bahagia dan indah pada akhirnya. Sebelum bertemu denganmu, aku hanyalah seorang wanita yang tidak pandai apa-apa. Darimu, aku bisa belajar banyak hal. Darimu, aku tau bahwa cinta itu sesungguhnya sederhana.

Saat masih berpacaran, sering gundah datang dalam hati. Rindu ingin bertemu tapi tak bisa begitu saja bertemu karena jarak yang memisahkan kita. Ketika melihat ibu membuatkan hidangan untuk ayah, aku pun berharap bisa melakukan hal yang sama untukmu. Dan pada akhirnya, tuhan mendengar harapanku. Segala keinginan sederhana tentang kita kini bisa menjadi nyata. Aku dan kau tinggal satu atap dan makan bersama. Bagiku menikah denganmu seperti sedang mimpi. Memilikimu yang kini mendapingi hari-hari, jadi salah satu yang tak henti-henti aku syukuri.

Suamiku kau adalah sosok laki-laki baik setelah ayahku. Kau yang mampu menjaga prinsipmu. Selain mencukupkan segala yang keluargamu butuhkan. Tak hanya dunia yang kau kejar, perkara kehidupan setelah mati juga terus kau perjuangkan. Sebagai suami, kau juga ingin menuntaskan niatanmu untuk bisa menjadi imam yang baik untukku dan keluarga kecil kita. Kau mengajarkanku arti kesabaran, kau  mengajarkanku kebahagiaan, kau mengajarkanku kedewasaan.

Bagaimana bisa aku tak mengucap syukur atas nikmat tak terkira yang tuhan berikan. Saat kau membuka matamu di pagi hari, dalam hati aku berkata, terima kasih tuhan untuk pendamping hidup yang kau titipkan. Lindungilah dirinya agar dia bisa selalu membimbingku pada kebaikan.

Terima kasih telah bersedia menjadi pelengkap dalam hidupku. Menutupi segala kekuranganku dengan segala kelebihanmu. Terima kasih telah membuatku merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia. Kau yang tak banyak menuntut dan mau menerima segala kekurangan yang kupunya. Terima kasih sudah sangat sabar menghadapi dan menjalani semua bersamaku, sudah menjadi rumah dan majelis terbaikku. mengajarkanku sabar dan ikhlas dengan proses yang masih panjang. Yang selalu memberi contoh untukku dengan kelembutan dan kebaikanmu yang sangat luar biasa. Do'a2 terbaikmu untukku dan cinta kasihmu yang tampa batas setiap harinya. 

Mungkin kau tak pernah tau bahwa di setiap sembahyangku selalu ada namamu yang ku sebut. Doaku semoga kau selalu sehat dan bahagia. Semoga kau diberi umur panjang agar bisa terus mendampingiku. Semoga aku merasakan bahagia yang sama saat bersamamu. Dan Semoga Allah selalu menjagamu dan memberi keberkahan yang luar biasa. Aamiin
Aku bersyuku bisa mendampingimu”.


Komentar