Mengikuti suami yang berkerja di Jakarta pada masa awal pernikahan. Dua minggu setelah pernikahan aku ikut suami merantau. Ketika merantau pertama kali tidak berjalan seperti yang aku duga. Kota kelahiran memang tempat terbaik, tapi ada harapan yang harus kuselesaikan diperantauan. Ketika merantau pertama kali tidak berjalan seperti yang aku duga. Bersama waktu aku melukis cerita di kota perantauan dan kalian yang selalu dihati. Tidak ada sedikitpun keranguan untuk ikut suami merantau. Keputusanpun murni dari aku, tidak ada paksaan atau bujukan dari suami. Karena aku pikir bisa menjalani rumah tangga tanpa interupsi pihak lain. Keputusanku sudah bulat, kemanapun suami pergi aku harus ikut. Jangan ditanya rasa sedihnya dihari keberangkatan kami. Saat pamitan aku masih bisa tersenyum. Tapi dalam perjalanan aku tidak kuasa menahan air mata. Aku sadar bahwa aku akan jau dari orang-orang terdekat. Bukan hanya keluarga, tapi juga sahabat Keluarga baruku mencintai dan dicinta yang tak membuat...