Pernikahan merupakan bersatunya dua insan yang saling mencintai satu sama lain, berjanji sehidup semati, mengarungi perjalan hidup ini bersama-sama, dan saling melengkapi satu sama lainnya untuk meraih kebahagian yang hakiki.
Walaupun di dalam pernikahan membawa banyak konsekuensi. Ijab qobul dalam pernikahan adalah ikrar yang tak main-main. Karena semua tanggung jawab seorang bapak kepada anak perempuannya sudah dialihkan kepada mempelai laki-laki yang sudah resmi menjadi seorang suami.
Kita tahu hubungan rumah tangga dengan isi kepala yang berbeda tentu bukan suatu yang mudah, butuh yang namanya saling mengala, saling mengerti dan saling menerima. Walaupun dalam perjalanannya memang tidak muda, butuh perjuangan dan kesabaran untuk melewatinya.
Pernikahan yang telah menghalalkan hubungan yang awalnya haram menjadi halal, karena itu hubungan antara suami istri akan diikuti pula dengan beban dan tanggung jawab dalam melahirkan sang penerus.
Perempuan adalah makhluk yang dianugerahi seperangkat alat untuk reproduksi tersebut misalnya, Menstruasi, hamil, melahirkan, nifas, dan menyusui hanya bisa dilakukan oleh perempuan. Sedangkan laki-laki tidak mengalami fase itu semua. Untuk itulah laki-laki diberikan amanah awal sebagai bentuk tanggung jawabnya dengan memberikan perlindungan materi dan rasa aman terhadap perempuan yang ia nikahi.
Pernikahan selayaknya menempatkan suami istri dalam hubungan yang setara untuk bekerja sama. Sebagai pasangan yang saling memberi rasa aman dan kenyamanan satu sama lain, serta rela untuk menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena tidak semua rumah tangga hidup dalam kondisi yang ideal.
Sebuah hubungan rumah tangga tidak akan memiliki arti indah, bila keduanya tak saling mengerti. Maka yang dibutuhkan sejak awal adalah mengubah persfektif relasi antara suami istri. Pernikahan bukanlah kontrak politik antara bos dan bawahannya. Suami menjadi bos yang memberi upah sehingga bebas memperkerjakan istrinya. Ketika tak ada upah selesai pulah masa kontraknya.
Ingat, hubungan cinta dengan status halal itu memang tak semudah cinta-cintaan pada masa pacaran, karena hadiahnyapun surga yang indah. Maka bertahanlah meski sulit, karena hubungan cinta yang kamu bina akan senantiasa kuat bila kamu dan pasanganmu ada kerjasama untuk saling berjuang menuju ridhonya.
Pernikahan bukan lah sesuatu yang main-main, yang dengan mudah kita bisa mengambil sikap tanpa memikirkan terlebih dahulu apa dampak dari sikap yang kita ambil, tentu semua yang kita lakukan lakukan harus di pertimbangkan dengan matang, sebelum memutuskannya, karena akan menentukan kualitas dari sebuah hubungan.
Baca juga : Berjuang bersama lebih indah
Cintailah pasanganmu seperti engkau mencintai dirimu, karena di dalam dirimu ada sebagian cinta untuk pasanganmu. Cintah itu salling memiliki bukan menyakiti. Semoga cinta yang kita bina akan menjadi amal ibadah untuk kita kelah. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan sopan, anda sopan kami segan